C. Perjalanan Hidup dan Kepribadiannya
7. Rasa Takutnya, Kelembutan Hatinya, Sikap Tawadhu’nya, dan Keindahan Akhlaknya
Dengan seluruh perbuatannya yang mulia, kiprahnya yang terpuji, pemberian yang begitu banyak, dan kebaikannya yang tak pernah putus, Ibnu Auf seringkali membayangkan keadaan Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam serta kesempitan hidup yang beliau jalani. Ia juga melihat keadaan para saudaranya yang terdahulu, mereka yang telah lebih dahulu pergi dan harta kekayaan dunia belum pernah dibukakan untuk mereka. Ia khawatir jika termasuk kepada mereka yang disegerakan baginya nikmat, sementara saudara-saudaranya yang lain mendahuluinya dengan berbagai kenikmatan di surga.