Categories
Thalhah Bin Ubaidillah

Biografi Sahabat Nabi, Thalhah Bin Ubaidillah : Data-Data Pribadi dan Keturunannya Yang Penuh Berkah (Seri 16)

H. Data-Data Pribadi dan Keturunannya Yang Penuh Berkah

Thalhah dianugerahi dengan seluruh sisi dari kemuliaan, dimulai dari nikmat yang diberikan Allah kepadanya berupa keturunan yang baik dan terhormat, kemudian Allah membukakan hatinya untuk menerima Islam. Dia adalah salah satu di antara kelompok shahabat yang pertama, dan diikuti dengan berbagai peran dan kontribusinya yang besar sepanjang usia dakwah bersama Nabi Shallallahualaihi wa Sallam dengan belajar langsung dari beliau, dan mengikuti beliau, serta berjihad di bawah panji beliau. Allah juga memuliakannya dengan rezeki yang melimpah dan kedermawanannya yang tak kenal batas. Allah mengangkat derajatnya di antara para shahabat sehingga ia menjadi salah satu tokoh yang di hormati dan diandalkan, serta menjadi salah satu tokoh yang dianggap layak untuk menjadi khalifah dan menerima estafet kepemimpinan umat. Lalu Allah menyempurnakan nikmatnya dengan keluarga dan keturunan yang terhormat dan mulia pula.

Keluarga besar yang bercabang luas ini, di mana Thalhah menjadi titik dan pusat dari segala kehormatan dan kemuliaannya, layak untuk diperhatikan dan pantas untuk dikagumi.

Ia berasal dari Bani Taim yang merupakan salah satu anak kabilah Quraisy yang terhormat dan terkenal. Ibunya adalah seorang shahabiyah, dan ia juga mempunyai paman yang juga seorang shahabat, seorang saudara yang juga shahabat, dan menikahi beberapa orang shahabiyah. Ia adalah ipar Rasulullah Shallallahualaihi wa Sallam dari empat istrinya. Kebanyakan istri-istrinya berasal dari keluarga Quraisy. Ia memiliki banyak anak yang sebagian dari mereka menjadi tokoh dan pemuka di kaum mereka. Beberapa tokoh shahabat juga ada yang menjadi menantunya seperti Hasan, Husain, dan Mush’ab bin Zubair. Keturunannya terus berlanjut melalui putra putrinya, sehingga ia memiliki banyak sekali cucu dan keturunannya setelah mereka. Kebanyakan dari mereka mengikuti jejak Thalhah baik dalam hal kepemimpinan, kedudukan, kemuliaan, dan kehormatan.

  1. Ayahnya, Ubaidillah bin Utsman, Saya tidak dapat menemukan riwayat tentnag hidupnya, dan sepertinya ia meninggal pada masa jahiliyah sebelum kedatangan Islam.
  2. Ibunya, Ash-Sha’bah binti Al-Hadhrami, Namanya adalah Ash-Sha’bah binti Abdullah bin Ammar bin Akbar bin Rabi’ah, nasabnya berujung ke Hadhramaut, dari Bani Qahthan. Ia adalah saudari dari seorang shahabat mulia Al-Ala’ bin Al-Hadh-rami. Menurut sebuah pendapat, mereka adalah sebelas bersaudara. Ia belum masuk Islam pada masa permulaan dakwah, bahkan menentang anaknya, Thalhah atas keislamannya, ia mencela dan memaki nya, dan setelah itu kebahagiaan menghampirinya ketika ia menyatakan keislamannya dan mengikuti Rasulullah Shallallahualaihi wa Sallam. Diriwayatkan oleh Ath-Thabrani dan Al-Hakim dari Ibnu Abbas berkata, “Ibu dari Abu Bakar masuk islam, juga ibu Utsman, ibu Thalhah, ibu Ammar bin Yasir, ibu Abdurrahman bin Auf, dan Ibu dari Zubair.”
  3. Paman-pamannya, Zuhair, Abu Al-Mutha’, Ma’mar, Mu’adz, Amru, dan Umair. Pamannya Umair bin Utsman terbunuh pada perang Badar dalam keadaan musyrik. Adapun pamannya, Amru bin Utsman telah masuk Islam dan menjadi seorang shahabat. Ia salah satu di antara mereka yang hijrah ke Habasyah, ikut dalam perang Qadisiyah, dan mendapatkan syahid di sana. Semoga Allah meridhainya.
  4. Dua Saudaranya
    1. Malik bin Ubaidillah. Ia bersama pasukan musyrikin dalam oerang Badar, tertawan, dan mati sebagai tawanan.
    2. Utsman bin Ubaidillah. Ia terlambat masuk Islam dibanding saudaranya Thalhah, bahkan ia ikut menyiksanya karena ke Islamannya. Kemudian ia masuk Islam dan menjadi shahabat Nabi Shallallahualaihi wa Sallam, dan ikut hijrah. Semoga Allah meridhainya.
  1. Istri-istrinya
    1. Hamnah Binti Jahsy, Seorang Shahabiyah, ia mempunyai banyak riwayat dalam kitab-kitab hadits, dan ia adalah saudari dari ummul mukminin Zainab binti Jahsy.
    2. Khaula binti Al-Qa’qa’ bin Ma’Bad bin Zurarah, Seorang shahabiyah, ayahnya Al-Qa’qa’ yang juga seorang shahabat, dan ia dijuluki aliran sungai Eufrat karena kedermawanannya.
    3. Su’da binti Auf Al-Murriyyah, Seorang shahabiyah, meriwayatkan hadits dari Nabi Shallallahualaihi wa Sallam, dan juga dari suaminya Thalhah, dan Umar bin Khaththab.
    4. Ummul Aban binti Utbah bin Rabi’ah bin Abdu Syams, Seorang shahabiyah, ia pernah dilamar oleh Umar, Ali, Thalhah, dan Zubair, dan ia menolak semuanya kecuali Thalhah.
    5. Ummu Al-Harits Al-Jarba’ binti Qasamah bin Hanzhalah Ath-Tha’iyah, Seorang shahabiyah, Radhiyallahu Anha.
    6. Ummu Kultsum binti Abu Bakar Ash-Shiddiq, Seorang Tabi’iyah, saudari dari ummul mukminin Aisyah, ia mempunyai banyak riwayat dalam kitab-kitab hadits.
    7. 7-8-9 Tiga wanita tawanan perang, Dan istri-istrinya yang lain yang diriwayatkan oleh Ibnu Hajar dalam Al-Shabah dari Ibnu As-Sakan, dan juga diriwayatkan oleh Al-Hakim dan Al-Mustadrak, bahwasanya Thalhah adalah ipar Nabi Shallallahualaihi wa Sallam dari empat istrinya, dimana Thalhah menikahi empat wanita yang merupakan saudari dari istri-istri Nabi Shallallahualaihi wa Sallam, mereka adalah
      1. Ummu Kultsum binti Abu Bakar, saudari dari ummul mukminin Aisyah
      2. Hamnah binti Jahsy, saudari dari ummul mukminin Zainab, dan kami telah menyebutkan keduanya.
    8. Al-Fari’ah binti Abu Sufyan, saudari dari ummul mukminin Ummu Habibah.
    9. Qaribah binti Abu Umayyah, saudari dari ummul mukminin Ummu Salamah. Alfariah dan Qaribah juga merupakan shahabiyah. Jadi jumlah istrinya secara keseluruhan adalah sebelas, tujuh di antaranya shahabiyah, dan tiga di antaranya adalah tawanan perang.
  1. Putranya-putranya
    1. Muhammad : Ia bergelar As-Sajjad (orang yang banyak sujud) karena ibadahnya, ia dilahirkan pada masa Nabi Shallallahualaihai wa Sallam dan terbunuh saat masih muda bersama ayahnya pada perang jamal.
    2. Isa : Orang yang santun, terhormat, dan cerdas. Ia juga termasuk ulama yang terpercaya, banyak yang meriwayatkan hadits, dan hadits nya terdapat dalam kutub sittah (enam kitab hadits). Ia meriwayatkan dari ayahnya, Abdullah bin Umar, Abdullah bin Amru, Mu’adz bin Jabal, Muawiyah bin Abu Sufyan, Abu Hurairah, Aisyah, dan yang lainnya.
    3. Musa : Seorang imam yang menjadi panutan, salah seorang tokoh terkemuka dari keluarga Thalhah, dan anaknya yang paling utama setelah Muhammad. Pada masanya ia dijuluki Al-Mahdi, salah seorang yang terhormat dari kalangan kaum muslimin dan sangat fasih dalam bertutur kata. Ia adalah orang yang terpercaya (tsiqah) dan banyak meriwayatkan hadits. Ia meriwayatkan dari ayahnya, Utsman bin Affan, Ali bin Abi Thalib, Zubair bin Awwam, Ibnu Umar, Abu Hurairah, Aisyah, dan yang lainnya. Hadits-hadits nya banyak tersebar di Kutub Sittah dan yang lainnya.
    4. Ishaq : Ia meriwayatkan hadits dari ayahnya, Abdullah bin Abbas, dan Aisyah ummul mukminin. Ia adalah putra dari bibi Mu’awiyah bin Abi Sufyan, dan Mu’awiyah telah menugaskannya untuk mengumpulkan pajak dari Khurasan. Hadits-haditsnya banyak diriwayatkan oleh At-Tirmidzi dan Ibnu Majah.
    5. Imran : Dilahirkan pada masa Nabi Shallallahualaihi wa Sallam, dan beliau yang memberinya nama Imran. Ia meriwayatkan hadits dari ayahnya Thalhah, Ibunya Hamnah binti Jahsy, dan Ali bin Abi Thalib. Hadits-haditsnya diriwayatkan oleh Abu Dawud, At-Tirmidzi dan Ibnu Majah.
    6. Yahya : Termasuk di antara ulama tabi’in yang terpercaya. Ia meriwayatkan hadits dari ayahnya, ibunya Su’da Al-Murriyah, dan Abu Hurairah. Hadits-haditsnya diriwayatkan oleh Abu Dawud, At-Tirmidzi dan Ibnu Majah. Di antara anak-anaknya adalah Ya’qub, Ismail, Zakariya, Yusuf, Shaleh.
  1. Putri-putrinya
    1. Aisyah : Ia meriwayatkan hadits dari bibinya ummul mukminin Aisyah, dan orang-orang meriwayatkkan darinya karena keutamaan dan adabnya. Hadits-haditsnya terdapat dalam Kutub Sittah, Ibunya adalah Ummu Kultsum bin Abu Bakar. Ia merupakan wanita tercantik dan terkemuka di masanya. Ia dinikahi oleh putra pamannya Abdullah bin Abdurrahman bin Abu Bakar yang kemudian meninggal dalam pernikahan mereka. Kemudian ia dinikahi oleh Mus’ab bin Zubair gubernur Irak yang memberinya mahar sebesar satu juta dirham!
    2. Ummu Ishaq : Ia dinikahi oleh Hasan bin Ali bin Abi Thalib, dan melhairkan Thalhah bin Hasan. Kemudian Hasan wafat dan meninggalkannya sebagai janda. Lalu ia dinikahi oleh adiknya Husain bin Ali, dan melahirkan Fathimah binti Husain.
    3. Ash-Sha’bah binti Thalhah
    4. Maryam binti Thalhah
  1. Diantara cucu-cucunya
    1. Ibrahim bin Muhammad bin Thalhah : Ia meriwayatkan hadits dari Ibnu Abbas, Ibnu Amru, Abu Asid As-Sa’idi, Abu Hurairah, Aisyah ummul mukminin, dan yang lainnya. Hadits-haditsnya diriwayatkan oleh Muslim dan penulis kitab-kitab sunan. Ia adalah seorang tokoh yang dermawan seperti kakeknya. Ia dijuluki singa Quraisy dan singa Hijaz. Ia meninggal di Mekah saat sedang berihram.
    2. Ishaq bin Yahya bin Thalhah : Ia meriwayatkan hadits dari paman-pamannya : Ishaq, Musa, dan Isa putra-putra Thalhah. Juga dari bibi nya Aisyah binti Thalhah, dan dari Mujahid bin Jabr, Ibnu Syihab Az-Zuhri, dan yang lainnya. Hadits-hadits diriwayatkan oleh At-Tirmidzi dan Ibnu Majah. Dia merupakan salah seorang ulama, namun lemah dalam meriwayatkan hadits.
    3. Bilal bin Yahya bin Thalhah : Dia meriwayatkan hadits dari ayahnya, Yahya bin Thalhah. At-Tirmidzi meriwayatkan satu hadits darinya, dari ayahnya, dari kakeknya.
    4. Thalhah bin Yahya bin Thalhah : Ia meriwayatkan hadits dari ayahnya, Yahya, dan paman-pamannya : Ishaq, Musa, Isa, dan bibinya Aisyah binti Thalhah, juga dari neneknya Su’da binti Auf, Urwah binti Zubair, Mujahid bin Jabr, dan yang lainnya. Hadits-hadits terdapat dalam Shahih Muslim dan Sunan Al-Arba’ah.
    5. Mu’awiyah bin Ishaq bin Thalhah : Ia meriwayatkan hadits dari ayahnya, Ishaq, dan dua pamannya Imran dan Musa, juga dari bibinya Aisyah binti Thalhah, Sa’id bin Jubair, Urwah bin Zubair, dan yang lainnya. Hadits-haditsnya diriwayatkan oleh Al-Bukhari, An-Nasa’i, dan Ibnu Majah.

Dan masih banyak sekali cucu-cucu dan keturunan Thalhah. Mush’ab bin Az-Zubairi menuturkan dalam kitab Nasba Quraisy, dan Ibnu Hazm dalam Jamharah Ansab Al-Arab satu bab terpisah, mereka menyebutkan di dalam bab tersebut keturunan Thalhah, dan kebanyakan dari mereka merupakan pemuka-pemuka masyarakat, yang dermawan dan terhormat.

Beginilah keluarga Thalhah Radhiyallahu Anhu dari segi keutamaan, dan kedudukan yang tinggi, serta dalam bidang ilmu dan periwayatan hadits. Thalhah sendiri, dan juga ibunya, pamannya, saudaranya, dan tujuh di antara istri-istrinya merupakan shahabat dan shahabiyah yang mulia.

Thalhah meriwayatkan hadits Rasulullah Shallallhualaihi wa Sallam, dan juga tiga dari istri-istrinya. Diikuti oleh lima dari anak-anaknya, dan sebagian cucu-cucunya. Sungguh sebaik-baik keluarga adalah keluarga Thalhah, dan sebaik-baik keturunan adalah keturunan Thalhah.

 

S e l e s a i  . . .

Artikel http://www.SahabatNabi.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.